UNTUK ESOK PAGI

.

Lelap sudah jiwa

seperti ungkapan syair para pujangga

bahwa puisi akan menjadi mantra

bila ditulis dengan rasa

.

jiwa berjiwa

meleleh dalam pijar lilin

seribu hati telah terkubur oleh malam

sedangkan separuh lagi

masih menghela amis darah

.

masih adakah bulir padi

untuk ditanak pada tungku hati

hingga bisa disajikan esok pagi

dengan semangkuk rindu akan nurani

.

Bila esok masih ada

nurani akan menjadi bubur

bersama kejujuran yang terkubur

tanpa pualam

atau batu nisan

.

.

Gunung Kakapa, 18 Juni 2011 00.04 Wib

Ade Afiat

Posted on 1 Juli 2011, in Ade Afiat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: