TRAGEDI SUBUH

.

Ada kiriman firasat

Di subuh pekat

Senyap dalam hari

Tak sempat kumaknai

Bisikmu merasuk di sukma

Berkisah pedih yang kau rasa

Bersedekap dengan maut

Setelah ragamu terhempas di kerikil hitam

Kecipak nadimu pecahkan tangisku

Terbaca deritamu di lautan darah

Merah semua

Dan kita diam

Ini hadirku untuk yang terakhir kalinya

Memapahmu di dada

Mengusap kepalamu yang tak berwajah

Kepingnya tercecer di tanah

Hatiku gerimis

Pergilah dengan tenang

Adikku

Biar kubasuh darah yang tertinggal di jalan raya itu

Dengan sayangku dan restu dari ibu

.

.

Jambi, 30 April 2011

Oleh : Saidati Najia

Posted on 1 Juli 2011, in Saidati Najia. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: