TIDUR DI BASAH ASPAL

.

Seorang bocah tidur di basah aspal

Sandal pengganti bantal

Meringkuk

: Kehidupan yang tak ia kenal

Terjungkal, terpental

.

Hujan meninabobokan raga

Lelah membanting tulang sebelum waktunya

Berbalur mimpi-mimpi indah

yang selalu ia tanya di hati kecilnya

: nyatakah kelak?

.

Seorang bocah tidur di basah aspal

Mimpi yang tak kunjung ia kenal

Terjungkal, terpental

Kehidupan kian banal

.

.

Palembang, 10 Desember 2010

Oleh : Sendra Qurratu’aini

Posted on 1 Juli 2011, in Sendra Qurratu’aini. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: