TEMBOK

.

Ialah yang memisah lagi menantang

Batasi gerak menghalau pandang

Ruang pikir tertembok-tembok jalang

Atas nama kapitalis, imperialis

Mengangungkan kekuasaan

Dahulu, kini

Berlomba memisahkan diri lewat tembok-tembok pencakar langit

Kota, desa

Kaya, miskin

Gedung, perkampungan kumuh

Tembok pun berkasta

Meski Jerman telah ukir sejarah tentang tembok berdarah

Tembok semakin berdiri pongah

.

.

Jambi, Mei 2011

Oleh : Ade Batari

Posted on 1 Juli 2011, in Ade Batari. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: