SYUKUR

.

Maka menari rianglah bersama mentari

Hingga hangatnya menyapa jiwa

.

Lalu awan ber’arak maknai cahaya

.

Pun merebahlah di pangkuan malam

Kala letih resahkan jiwa

.

Lalu belaian rembulan pijari kelam

.

Dan bila fajar menggugah tidur

Insyaflah hari mengeja syukur.

.

.

Pekanbaru, Juni 2011

Fauzi Nurbain

 

Posted on 1 Juli 2011, in Fauzi Nurbain. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: