Surat Buat Diri (1)

AKU

.

Selamat malam

saatnya tanya dilayangkan

kau itu siapa

aku siapa, siapa aku

kau dan aku,

aku kah

.

Kalau aku adalah aku

lalu, kau siapa

aku di rumah

kenapa kau ke rumahku

menggelar debat tak berujung

aku sendirian,

sendiri kog berdua

 .

Bagaimana bisa, ketika langkah ke pancuran wudhu’

kau alihkan ke karaoke

telinga senangku nyanyian Pencipta

kau sajikan Michel Jackson

ku ingin tamasya ke Mekkah

kau belikan segudang kata-kata

kau datang inginmu

ku hidup nyataku,

lalu kita siapa

.

Tengadah tinggi hingga tengkukku patah

hempasan pada hidup

kadang kita bersama

kadang kau tak kompromi

ketika marah memuncak

kau tak ada

ketika sedih membalut

kau dimana

ketika nafsu rengkuh nikmat

kau sedang apa

ketika tidur terjaga

kau ada

nafas ku hela

kau menumpang saja, ya

siapa kau sebenarnya

sampai aku bertanya siapa aku sesungguhnya,

terlalu panjang goda menyusun tanya

.

Pada langit tak bertepi

ku kirim khabar sunyi

pesan lewat angin

jawaban tak pernah mampir,

bangsat

.

Kita berdamai saja, ya

ku tangkap amsal hakiki

dicipta-Nya berpasang-pasangan

kecuali Dia

dan, barangkali juga,

aku

.

Kau penumpang gelap

agar aku tahu

aku adalah aku,

bukan Dia

.

Tanyaku makin mengikir

sujudku buat-Mu,

Ya Rabb

.

.

Ersis Warmansyah Abbas

Posted on 1 Juli 2011, in Ersis Warmansyah Abbas. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: