DENTANG JAM KE DUA

.

angin menghisap jiwa malam pada dentang jam ke dua

ruang gelap menyembunyikan kegetiran

ketika kita bicara tentang birahi yang sajak,

cinta menari di antara engahan nafas

.

kekasih itu memeluk jiwa langit yang terhisap malam

dalam asmara suci, seperti kesunyian yang agung

lalu mengendap-endap merangkaki gemintang

.

sesekali terdengar suara perkutut di teras

suaranya semerdu rindu yang menggebu

tapi hembusan dari balik pintu itu

seperti membaca nada-nada sumbang, nyanyian nafas malam

.

dalam ruang kosong, penuh tarian puisi

sebuah kecupan sajak mendarat,

lalu kulihat penyar-penyair menunggang malam

saling bergenggaman!

.

.

Zahra Zhou

Kendal, april 2011

Posted on 1 Juli 2011, in Zahra Zhou. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: