Delusi

.

Jejak rembulan lesap

perlahan luruh di reranting

yang kemudian retas tak berbulir

di tubuh bumi di cerca hingar

.

Akar berpagutan

tak lagi bebat melilit

dan Aku mati kemudian

menyatu dalam liur

.

Sebat waktu gelitik

menerjang akal mati

kita bermain main

dalam apriori kita

.

….lupa jalan pulang

.

.

Oleh : Ali Dago (Si Mene Ketehe)

Posted on 1 Juli 2011, in Ali Dago (Si Mene Ketehe). Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: