AKSARA MATI

.

Nurani bingung

pertanyaan berlapis mengisi cakrawala

sedangkan jendela informasi sudah dibuka

tetap saja tiada kata untuk berujar

.

Mengapa bila baru mengucap ABCDE

seluruh abjad mendadak kabur,

enggan menyatu

semua huruf vokal dan konsonan sembunyi

haruskah mulut membisu..?

.

Sementara usususus menggelinjang

bukan sedang berahi kenikmatan

tapi menusuk ulu hati

berperang rebutan sedekah

yang kadang dalam hitungan kalender

tak tahu rasanya hasil keringat pak tani

.

Lihatlah sawahsawah bertaburan butiranbutiran emas

mengisi lumbunglumbung kejayaan

tetapi tetap saja perut mendatar

bukan karena ingin ramping kawan

tapi di gerus cacingcacing kelaparan

.

Haruskah suara ditelan

agar kenyang

tak perlu lagi menadah hujan

cukup minum tangisan bujuk dahaga yang kering

mungkin dengan begini pelayaran akan tenang

mungkinkah..?

entah……

kian bingung

.

Padahal bumi sudi berbagi kasih

namun insan yang disanjung

tertawa mengguncang dunia

tanpa gempa telah menjerat nyawa

setelah menghisap sampai tetesan darah penghabisan

.

Bagaimana nak berkata lagi

potongan aksara sudah membangkai di ujung lidah

terdiam selamanya di hiruk pikuk percaturan kedigdayaan

.

.

Batam, 9 Februari 2011

Oleh : Ezzyla Fi

Posted on 1 Juli 2011, in Ezzyla Fi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: