TENTANG JARAK DAN WAKTU

.

tentang jarak ke kotamu;

bentangan luas lautan, dalamnya bukan rintang

aku tak takut mati ditelan amukan badai lautan

sebab sebelumnya aku telah tenggelam dalam badai rindu di dadamu

.

tentang waktu yang berlalu;

percayalah aku menunggumu

meski aku kian menua

dan aku tak pernah takut

sebab kutahu aku abadi di semat hatimu

.

.

Makassar, 22 Juni 2011

Andi Olha Mappasosory

UNTUK ESOK PAGI

.

Lelap sudah jiwa

seperti ungkapan syair para pujangga

bahwa puisi akan menjadi mantra

bila ditulis dengan rasa

.

jiwa berjiwa

meleleh dalam pijar lilin

seribu hati telah terkubur oleh malam

sedangkan separuh lagi

masih menghela amis darah

.

masih adakah bulir padi

untuk ditanak pada tungku hati

hingga bisa disajikan esok pagi

dengan semangkuk rindu akan nurani

.

Bila esok masih ada

nurani akan menjadi bubur

bersama kejujuran yang terkubur

tanpa pualam

atau batu nisan

.

.

Gunung Kakapa, 18 Juni 2011 00.04 Wib

Ade Afiat

DENDAM TERINDAH

.

Kau rupa aku bentuk

tak ada ragam tertahan

sebentuk; se-rasa

dalam upaya

daya meliuk

.

Kasihku.

pualam terang

bening benderang

hangat surya memeluk

dingin rembulan memagut

sama tertarik hendak

menabuh rindu talu bertalu

.

Di mana engkau

aku merupa

di sini aku

engkau senyawa

itulah dendam terindah

.

.

Batam, 10 Juni 2011

Ezzyla Fi

MISTERI YANG BERSAHAJA

.

Kau pun tahu

kematian adalah rahasia

yang paling dekat pada kehidupan

.

Kematian adalah teman akrab

pada detak jantung yang bernyawa

Kematian merupakan cahaya batin

kekal menyelubungi setiap jejak

.

Kematian laksana tarian gerak

bersama bayangan di atas tanah

Kematian bagai misteri bersahaja

sekaligus mengerikan bagi manusia

.

Kematian sangat lekat

dengan udara yang kita hirup

di setiap waktu

.

.

Surabaya, Mei 2009

[Dicukil dari “Kematian yang Tenang”, by : Asral Sahara]

%d blogger menyukai ini: